Volume 08 Issue 04 April 2025
1Ratu Wida Widyaningsih Suhandi, 2Bambang Waluyo, 3Slamet Tri Wahyudi
1,2,3Master of Law, Faculty of Law, University Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
DOI : https://doi.org/10.47191/ijsshr/v8-i4-38Google Scholar Download Pdf
ABSTRACT
Human trafficking has often occurred in Indonesia and recorded in the history of trafficking in a country that has sovereignty is certainly caused by the weak supervision of the relevant parties who have the authority, the mode carried out by the perpetrators of human trafficking has varied and resulted in the academic community becoming victims of human trafficking. The problems studied in this study are how efforts to eradicate the criminal act of trafficking in persons against students who are victims and how the legal arrangements should be in the independent campus policy in Indonesia in the independent internship programme to learn an independent campus. This research was conducted using normative juridical and empirical juridical methods. The normative juridical method of research approach uses legislation. Meanwhile, empirical juridical uses a research approach by interviewing competent parties. The data sources used in this research are primary data sources and secondary data which are then analysed qualitatively. The results obtained from this study are that the world of education is the target of criminals with the mode of sending student internships abroad which indirectly confirms the weaknesses in the supervision of independent campus policies. This study concludes that the weaknesses in the supervision of the independent campus policy have caused serious implications.
KEYWORDS:eradication of criminal offences, trafficking in persons, independent campus policy.
REFERENCES1) Bambang Waluyo (2011), Viktimologi Perlindungan Korban dan Saks, Jakarta : Sinar Grafika.
2) Bambang Waluyo (2017), Penegakan Hukum Di Indonesia, Jakarta, Sinar Grafika.
3) Detik.com, Menko Polhukam, 1.900 Mahasiswa Terindentifikasi Jadi Korban TPPO di Jerman,https://news.detik.com/berita/d-7267018/menko-polhukam-1-900-mahasiswa-teridentifikasi-jadi-korban-tppo-di-jerman, diakses pada 11 Agustus 2024, pukul 13.30 WIB.
4) Dewa Krisna Persada, et al, (2023), Human Trafficking, Kejahatan Transnasional Dalam Prespektif Prinsip Nasional Aktif Di Indonesia, Jurnal Fundamental Vol. 12 No. 1, pp. 248.
5) Henny Nuraeny (2016), Perdagangan Orang Dalam Prespektif Hak Asasi Manusia, Depok ; Rajawali Pers, hlm 67.
6) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, “Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”, https://www.kemenkopmk.go.id/deputi-lisa-sampaikan-isu-terkini-pembangunan-anak-perempuan-dan-pemuda diakses pada 10 Agustus 2024, pukul 10.00 WIB.
7) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, “Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”, https://www.kemenkopmk.go.id/deputi-lisa-sampaikan-isu-terkini-pembangunan-anak-perempuan-dan-pemuda diakses pada 10 Agustus 2024, pukul 10.00 WIB.
8) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2023, Pelaku Perdagangan Orang Mulai Incar Masyarakat Berpendidikan, https://www.kemenpppa.go.id/page/view/NDY0Nw==, diakses pada 21 November 2024, Pukul 17.23 WIB.
9) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, “Keterangan Pers Nomor: 15/HM.00/III/2024 Terkait Komnas HAM Desak Aparat Penegak Hukum TindakTegas Perusahaan Dan Seluruh Pihak TerkaitPelaku TPPO 1.047 Mahasiswa Ke Jerman,” 2024, https://www.komnasham.go.id/files/20240325-keterangan-pers-nomor-15-hm-00-$QWSLB.pdf, diakses pada 11 Agustus 2024 Pukul 14.25 WIB.
10) Kompas Cyber Media, “Kasus Magang di Jerman, Tuntutan Pendidikan Tinggi Dianggap Turut Andil‟ , https://nasional.kompas.com/read/2024/04/03/03340051/kasus-magang-di-jerman-tuntutan-pendidikan-tinggi-dianggap-turut-andil, diakses pada 11 Agustus 2024, Pukul 13.00 WIB.
11) Mardjono Reksodiputro (1987), beberapa catatan umum tentang masalah korban dalam J.E Sahetapy, Victimologi: sebuah bunga rampai, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
12) Michelle.O.P.Dunbar (2000), “The Past, Present, and Future of Internasional Trafficking in Women for Prostitution, Buffalo Women’s” Law Journal, Vol 8, No. 2 pp, 105.
13) Moeljatno (1987), Asas-Asas Hukum Pidana, cetakan ketujuh Jakarta : Rineka Cipta
14) Mohammad Fadil (2013), Pengaturan Hukum Internasional Tentang Larangan Perdaganga Perempuan Serta Implementasinya di Indonesia, Jurnal Hukum Legal Opinion, Edsis 5, Vol. 1, pp. 6.
15) Mona Lasisca Sugiyanto (2022), Pemenuhan Hak Restitusi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang, Fakultas Hukum Universitas Hasanudin.
16) Muhammad Taufik Makarao (2019), Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Jurnal Veritas, Vol 5 No1.pp. 1.
17) Rahmad Syafaat (2003), Perdagangan Manusia cet.1, Jakarta : Lappera Pustaka Utama.
18) Sandy Galih Putra (2023), Analisis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Untuk Tujuan Eksploitasi, Fakultas Hukum Universitas Lampung.
19) Slamet Tri Wahyudi (2023), Uang Sirih Pinang Sebagai Modus Operandi Perdagangan Orang Terhadap Anak, Jurnal Ius Constituendum, Volume 8 Nomor 3, pp. 6.
20) Solidaritas Perempuan, “Peringatan Hari Perdagangan Orang Sedunia 2024”, https://www.solidaritasperempuan.org/peringatan-hari-perdagangan-orang-sedunia-2024-potret-buruk-penanganan-kasus-perdagangan-orang-terhadap-buruh-migran/ diakses pada 10 Agustus 2024, pukul 10.30 WIB.
21) Sulistyowati Irianto (2005), Perdagangan Mansia dan Pertanggung Jawaban Hukum, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, Pusat Kajian Wanita UI, USAID, ACILS, ICMC.
22) Wahyu Mardhalina (2021), Kajian Juridis Tindak Pidana Perdagangan Manusia (Human Trafficking) di Kota Jambi, Fakultas Hukum Universitas Batanghari Jambi.
