Volume 08 Issue 01 January 2025
1Ignasius Justin Devrata,2 Retno Saraswati,3 Amalia Diamantina
1,2,3Faculty of Law, Diponegoro University, Indonesia
DOI : https://doi.org/10.47191/ijsshr/v8-i1-10Google Scholar Download Pdf
ABSTRACT
The regulatory framework and institutional structure are inherently unified, as institutions can be defined as a formalized structure of rules embodied in a set of legal products. In Indonesia, the state institution of the President has not yet been regulated in a specific law. The extensive powers held by the President necessitate further study on regulating the President’s institution through a dedicated law. This study aims to explore and analyze the reasons why the state institution of the President is important to be governed by a specific law and what the framework of such a law should look like in the future. The research adopts a doctrinal approach, specifically a normative juridical method, with a descriptive research specification. The type of data used consists of legal materials, with library research employed as the method of data collection. This study discusses: (1) several reasons why the state institution of the President needs to be regulated in a dedicated law; (2) the fundamental reasons why such regulation must be established in law; and (3) several recommendations for the content of the Law on the State Institution of the President. The conclusion drawn from this study is that a national legal review on the Law of the State Institution of the President is highly important and should be conducted promptly, considering that the President is the only high state institution without specific regulations (laws) governing it.
KEYWORDS:Law; State Institution; President
REFERENCES REFERENCES A. BOOK1) Alrasid, Harun. 1999. Pengisian Jabatan Presiden. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
2) Anwary, Ichsan. 2017. Lembaga Negara dan Penyelesaian Sengketa Kewenangan Konstitusional Lembaga Negara. Yogyakarta: Genta Publishing.
3) Asshiddiqie, Jimly. 2007. Pokok-Pokok Hukum Tata Neagra Indonesia Pasca Reformasi. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
4) Asshiddiqie, Jimly 2012. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sinar Grafika.
5) Asshiddiqie, Jimly 2016. Konstitusi Bernegara: Praksis Kenegaraan Bermartabat dan Demokrasi. Malang: Setara Press.
6) Asshiddiqie, Jimly 2017. Konstitusi Kebudayaan dan Kebudayaan Konstitusi. Malang: Intrans Publishing.
7) Asshiddiqie, Jimly 2019. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Depok: Rajawali Pers.
8) Budiarjo, Miriam. 2018. Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
9) Huda, Ni’matul. 2019. Hukum Tata Negara Indonesia. Depok: Rajawali Pers.
10) Isra, Saldi. 2020. Lembaga Negara: Konsep, Sejarah, Wewenang, dan Dinamika Konstitusional. Depok: Rajawali Pers.
11) Konstitusi, Mahkamah. 2016. Sistem Pemerintahan Negara. Jakarta: Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
12) Mochtar, Zainal Arifin. 2016. Lembaga Negara Independen: Dinamika Perkembangan dan Urgensi Penataannya Kembali Pasca-Amandemen Konstitusi. Depok: Rajawali Pers.
13) Suseno, Franz Magnis. 2021. Etika Politik: Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
B. ARTICLE JOURNAL
1) Elgie, R. 2007. “Varieties of Semi-Presidentialism and Their Impact on Nascent Democracies”. Taiwan Journal of Democracy, 3 (2): 53-71.
2) Kurniawan, D. 2023. “Relevansi Penundaan Pemilihan Umum Tahun 2024 Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Darurat”. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 17 (1): 97-110.
3) Permadi, R. dan Wisnaeni, F. 2020. “Tinjauan Hukum Kemandirian dan Independensi Mahkamah Agung Didalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia”. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 2 (3): 399-415.
4) Prayitno, C. 2020. “Analisis Konstitusionalitas Batasan Kewenangan Presiden dalam Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang”. Jurnal Konstitusi, 17 (3): 461-477.
5) Ramadhan, F. 2019. “Penataan Ulang Kedudukan Menteri Triumvirat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Masa Pergantian Presiden dan Wakil Presiden Bersamaan”. Jurnal Majelis, 12 (6): 127-161
6) Saraswati, R. 2012. “Desain Sistem Pemerintahan Presidensial yang Efektif”. Masalah-Masalah Hukum, 41 (1): 137-143.
7) Sati, N.I. 2019. “Ketetapan MPR dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia”. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 49 (4): 834-846.
8) Tutik, T.T. 2013. “Analisis Kedudukan dan Status Hukum Ketetapan MPR RI Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan”. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 20 (1): 1-20.
C. REGULATION
1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UUD NRI Tahun 1945
2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. UU No. 7 Tahun 2017
4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
5) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
6) Mahkamah Konstitusi, Putusan Nomor 005/PUU-IV/2006, tertanggal 23 Agustus 2006.
D. WEBSITE
1) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia VI Daring (KBBI VI Daring). URL: https://kbbi.kemdikbud.go.id/.
2) CNN Indonesia. (10 Januari 2023). “Panda Nababan Ungkap Alasan Jokowi Pilih Ma’ruf Ketimbang Mahfud MD”. CNN Indonesia. URL: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230110085558-32-898258/panda-nababan-ungkapalasan-jokowi-pilih-maruf-ketimbang-mahfud-md.
3) Eka Yudha Saputra. (4 September 2023). “Sudirman Said Beberkan Alasan Anies dan Surya Paloh Pilih Cak Imin”. Tempo.co. URL: https://www.tempo.co/politik/sudirman-said-beberkan-alasan-anies-dan-surya-paloh-pilih-cak-imin148191.
4) Julia Azari and Seth Masket. (9 Februari 2017). “The 4 Types of Constitutional Crises”. FiveThirtyEight by abcNews. Diakses pada 10 Juli 2024. URL: https://fivethirtyeight.com/features/constitutional-crisis/.
5) Laksono Hari Wiwoho. (13 Agustus 2018). “Mengapa Jokowi Pilih Ma’ruf dan Prabowo Pilih Sandiaga?”. Kompas.com. URL: https://nasional.kompas.com/read/2018/08/13/20113061/mengapa-jokowi-pilih-maruf-dan-prabowo- pilihsandiaga?page=all.
6) PKB News. (21 Maret 2024). “Dahsyat! Pemilu 2024, PKB Raih 16.115.655 Suara”. PKB.id. URL: https://pkb.id/read/12411/dahsyat-pemilu-2024-pkb-raih-16115655-suara/.
7) Tatang Guritno dan Icha Rastika. (26 Oktober 2023). “Fahri Hamzah Ungkap Alasan Gibran Dipilih Jadi Cawapres Prabowo”. Kompas.com. URL: https://nasional.kompas.com/read/2023/10/26/16273511/fahri-hamzah-ungkap-alasangibran-dipilih-jadi-cawapres-prabowo?page=all.